Friday, June 12, 2020


Nama   : Hafizh Hadi Kusuma
NIM    : B952219100
Prodi   : Ilmu Komunikasi
Media Massa
            Kali ini saya akan membagikan hasil review saya mengenai media massa yang telah saya dapat dari mata kuliah Sosiologi Komunikasi guna untuk melengkapi nilai UAS (Ulangan Akhir Semester) pada semester genap ini. Baiklah langsung saja kita mulai.
·           Pengertian Media Massa
Media berasal dari bahasa Latin yaitu kata Medium (media, jamak; medium, tunggal), artinya secara harfiah ialah perantara, penyampai, atau penyalur. Menurut Leksikon Komunikasi, media massa adalah “sarana penyampai pesan yang berhubungan langsung dengan masyarakat luas misalnya radio, televisi, dan surat kabar”. Menurut Cangara, media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak, sedangkan pengertian media massa sendiri alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi seperti surat kabar, film, radio dan televisi.
Percakapan yang berlangsung antara dua orang di suatu tempat tertentu atau ruangan, tanpa perantara apapun, disebut komunikasi tanpa media. Mereka berbicara secara langsung dari mulut ke mulut. Namun apabila kegiatan komunikasi itu dilakukan sambil masing-masing pihak menggunakan pengeras suara karena letaknya saling berjauhan, misalnya, mereka tidak lagi berkomunikasi tatap muka, tetapi sudah menggunakan media, dalam hal ini media pengeras suara: speaker. Seseorang yang berbicara melalui telepon, guru yang menggunakan slide, atau seseorang komunikator yang sedang melaksanakan tugasnya menyampaikan berbagai informasi pembangunan kepada masyarakat melalui siaran radio atau televisi adalah contoh-contoh komunikasi yang menggunakan media.
Sedangkan massa secara umum massa diartikan sebagai orang yang tidak saling mengenal, berjumlah banyak, anggotanya heterogen, berkumpul di suatu tempat dan tidak individualistis. Massa memiliki kesadaran diri yang rendah, tidak dapat bergerak dengan terorganisir, tidak bertindak untuk dirinya sendiri melainkan terdapat "dalang" di belakangnya yang berfungsi memanipulasi mereka. Ini berbeda pengertiannya bila dikaitkan dengan ilmu komunikasi. Massa dalam komunikasi lebih merujuk pada penerima pesan media massa atau disebut audience.
Jadi, media massa adalah sarana komunikasi massa dimana proses penyampaian pesan, gagasan, atau informasi kepada orang banyak (publik) secara serentak. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), bahwa media dapat diartikan sebagai : (1) alat, dan (2) alat atau sarana komunikasi seperti majalah, radio, televise, film, poster, dan spanduk. Association For Education And Communication Technologi (AECT) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi.
Salah satu ahli bernama Bedusah (2000) menyatakan bahwa Media adalah suatu kaedah atau perantara berkomunikasi yang berhubungan antara satu sama lain seperti menggunakan kabar, berita dan gambar untuk menyebarkan maklumat dan pandangan. Dalam proses pengajaran dan pembelajaran, ia merupakan perantaraan yang menghubungkan maklumat dan tujuan pengajaran guru dengan penerima yaitu pelajar yang akan memproses perantaraan itu, dan jika sesuai dapat diterima oleh pelajar dengan berkesan.

·           Karakteristik Media Massa
Sebuah media bisa disebut media massa jika memiliki karakteristik tertentu. Disini saya akan meembagiakn karakteristik-karakteristik media massa menurut para ahli, yaitu :
1.        Cangara (2006). antara lain:
a)      Bersifat melembaga, artinya pihak yang mengelola media terdiri dari banyak orang, yakni mulai dari pengumpulan,pengelolaan sampai pada penyajian informasi.
b)      Bersifat satu arah, artinya komunikasi yang dilakukan kurang memungkinkan terjadinya dialog antara pengirim dan penerima. Kalau pun terjadi reaksi atau umpan balik, biasanya memerlukan waktu dan tertunda.
c)      Meluas dan serempak, artinya dapat mengatasi rintangan waktu dan jarak, karena ia memiliki kecepatan. Bergerak secara luas dan simultan, dimana informasi yang disampaikan diterima oleh banyak orang dalam waktu yang sama.
d)      Memakai peralatan teknis atau mekanis, seperti radio, televisi, surat kabar, dan semacamnya.
e)      Bersifat terbuka, artinya pesannya dapat diterima oleh siapa saja dan dimana saja tanpa mengenal batas usia, jenis kelamin, dan suku bangsa.
2.        Djafar H. Assegaf (1991).  antara lain :
a)    Komunikasi yang terjadi dalam media massa bersifat searah di mana komunikan tidak dapat memberikan tanggapan secara langsung kepada komunikatornya yang biasa disebut dengan  tanggapan yang tertunda (delay feedback). 
b)      Media massa menyajikan rangkaian atau aneka pilihan materi yang luas, bervariasi. Ini menunjukka bahwa pesan yang ada dalam media massa berisi rangkaian dan aneka pilihan materi yang luas bagi khalayak atau para komunikannya. 
c)      Media massa dapat menjangkau sejumlah besar khalayak. Komunikan dalam media massa berjumlah besar dan menyebar di mana-mana, serta tidak pernah bertemu dan  berhubungan secara personal. 
d)      Media massa menyajikan materi yang dapat mencapai tingkat intelek rata-rata.  Pesan yang disajikan dengan bahasa yang umum sehingga dapat dipahami oleh seluruh lapisan intelektual baik komunikan dari kalangan bawah sampai kalangan atas. 
e)      Media massa diselenggrakan oleh lembaga masyarakat atau organisasi yang terstruktur. Penyelenggara atau pengelola media massa adalah lembaga masyarakat/organisasi yang teratur dan peka terhadap permasalahan kemasyarakatan.

·           Bentuk-bentuk Media Massa
Media massa dapat diklasifikasikan kepada tiga kategori:
3.1 Media Cetak
Media cetak yakni sarana media massa yang dicetak dan diterbitkan secara berkala.
Seperti :
a. Surat Kabar atau Koran
b. Majalah
c. Buku
3.2 Media Elektronik
a. Televisi
b. Radio
c. Video atau Film
3.3 Media Onlen
a. Cyber Media
b. Media Berbasis Internet
Dari berbagai macam kategori media, setiap kategori media memiliki karakteristik yang
berbeda. Diantaranya :
1. Karakteristik Media Cetak
a. Terbit secara teratur
b. Berbentuk komoditif
c. Isi pesan yang dimuat formal atau informal
2. Karakteristik Media Elektronik
a. Teknologi audio visual
b. Ditampilkan untuk public
c. Dikuasai oleh gambaran fiksi
d. Tampilan pesan dalam audio visual
e. Isi media bervariasi
f. Memiliki keluaran yang sangat luas, menjangkau audien yang sangat jauh dan tidak saling mengenal
3. Karakteristik Media Onlen
a. Pesan bersifat umum
b. Komunikan bersifat anonym dan heterogen
c. Komunikan mengutamakan isi pesan
d. Komunikan bersifat linier
e. Kecepatan
f. Kepandaian yang beraneka ragam
            Mungkin cukup sampai disini review materi Media Massa dari mata kuliah Sosiologi Komunikasi. Demikian artikel ini saya buat. Terima kasih

Saturday, November 30, 2019


ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAH WABARAKATUH

NAMA             : Hafizh Hadi Kusuma
NIM                 : B95219100
PRODI             : Ilmu Komunikasi


Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag

Pendalaman Terapi Sholat Bahagia (PTSB)
            Kita sebagai umat Islam pasti sudah mengetahui rukun Islam. Sholat merupakan rukun Islam yang kedua dan sholat merupakan sebuah kewajiban bagi seluruh umat Islam.  Maka dari itu kita sebagai umat Islam wajib melaksanakannya dan pada kesempatan kali ini kita mendapat kesempatan untuk mengikuti acara Pendalaman Terapi Sholat Bahagia (PTSB).
            PTSB atau Pendalaman Terapi Sholat Bahagia merupakan acara kuliah wada’ atau kuliah terakhir sebagai penutup mata kuliah Studi Al-Qur’an. PTSB ini dibimbing langsung oleh dosen kita yaitu Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag beliau adalah dosen sekaligus trainer Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB), dan pada kesempatan kali ini, kuliah wada’ di isi dengan PTSB tersebut yang bertempat di kantor Qun Yaquta Jl. Siwalankerto Tengah 66 Surabaya.
            Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag merupakan trainer kita kali ini, beliau dilahirkan di Lamongan, 09-06-1957; beristri, 7 anak, 3 cucu;  alumni Ponpes Ihyaul Ulum Gresik (1975); Guru Besar/Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya (sejak 2004); Dosen Teladan Nasional (2004 dan 2007); Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (2000-2004); Pengurus Pembaca dan Penghafal Al Qur’an Jatim (1994); Ketua Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI 2009-2013); Unsur Ketua Majlis Ulama Indonesia Jawa Timur; Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Jatim (2011-sekarang); Konsultan Pendidikan Yayasan Khadijah (2011-sekarang); Hakim MTQ Tafsir Bahasa Inggris; Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawah Al Qur’an;  Asesor Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi;  Saksi Ahli Mahkamah Konstitusi tentang UU Penodaan Agama;  Penasehat Forum Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama; Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al Khoziny Sidoarjo (1990-2009); Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Kyai Ibrahim Surabaya;  Penasehat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (2002); Pengisi Mimbar Islam di TVRI Jatim; Kajian Terapi Shalat Bahagia di RRI Jakarta pro.1 dan 4 (91.2 FM dan 92.8 FM) dan Radio El Victor Surabaya 93.3 FM. Imam shalat taraweh/penceramah Islam di Hongkong, Macau, Senzhen, Taiwan (2000-sekarang), Malaysia (2004), Jepang (2006 dan 2013), Iran (2008, 2009,2010), Mauritius-Afrika (2000), Inggris (2005), Belanda (2007), Bangladesh (2013, 2014, 2015) dan Nepal (2015). Buku-buku yang ditulis: 60 Menit Terapi Shalat Bahagia (UIN Sunan Ampel Press 2012) sekaligus sebagai founder dan trainer Pelatihan Terapi Shalat Bahagia (PTSB), Doa-doa Keluarga Bahagia (Surabaya, Kun Yaquta Foundation 2014)Bersiul di Tengah Badai (UIN Sunan Ampel Press 2015), Teknik Khutbah Jum’at Komunikatif (UIN Sunan Ampel Press 2014), Mengenal Tuntas Al-Qur’an (MTQ) (Imtiyaz Surabaya 2011), Ilmu Dakwah (Prenada Jakarta 2008), Dinamika Kepemimpinan Tokoh Agama di Indonesia (Harakat Media Jogjakarta 2008), Hijrah (Harakat Media Jogjakarta 2008), Solusi Ibadah di Hongkong (Duta Masyarakat Surabaya 2008), Solusi Ibadah di Taiwan (PCNU Taipei 2010), (2014); Dalam proses cetak buku Terapi Shalat Sukses Studi. Pengisi kajian tafsir Al Qur’an di Majalah Nurul Hayat dan Majalah Sabilillah, konsultasi keluarga bahagia di Majalah Nurul Falah; rubrik agama di Harian Duta Masyarakat (2010), Rubrik Dialog mualaf di Tabloid Nurani (1995).
            Saya jujur masih belum bisa terbiasa sholat dengan rasa sangat bahagia maka dari itu saya sangat antusias mengikuti acara PTSB ini. Saya berangkat dari rumah pukul 05.30 WIB dan datang di lokasi PTSB pada pukul 06.17 tepat 13 menit sebelum acara dimulai. Setibanya saya dilokasi saya langsung diberi buku menghadiri acara PTSB ini dengan rasa cukup senang sekaligus penasaran, karena saya sendiri 60 menit Terapi Sholat Bahagia karya Prof. Dr. Moh. Ali Aziz M. Ag yang merupakan tuntunan langkah untuk acara PTSB kali ini kemudian saya diarahkan ke lantai dua aula untuk segera mempersiapkan diri sebelum acara dimulai.
                  Sebelum acara dimulai kami peserta PTSB diharap menulis 10 orang yang paling berjasa dalam hidup anda, 5 orang yang paling menjengkelkan / menyakitkan hati anda, 10 dosa yang pernah anda lakukan, 30 nikmat tersebar yang anda rasakan (sejak kecil hingga sekarang), dan 10 masalah yang paling mengganggu / menyedihkan dalam perjalanan hidup anda. (ada yang bersifat rahasia ada yang tidak). Dengan menggunakan tulisan itu akan kami jadikan do’a dan renungan yang kita bisa jadikan sebagai pembelajaran diri jika kita masih belum bersyukur dan kurang yakin atas nikmat yang Allah berikan kepada kita. Setelah itu, kita diberi langkah-langkah bagaimana cara merenungkan tulisan-tulisan kita ke dalam Sholat kita dan semuanya sudah tertera pada buku 60 menit Terapi Sholat Bahagia. PTSB ini merupakan implementasi dari buku 60 menit Terapi Sholat Bahagia dalam buku ini tata cara merenungkan dan menghayati doa’a kita yaitu dengan kata kunci SUBHAN, TURUT, HADIR, MASJID, AKSI, SOSIAL. Hal ini sesuai dengan keinginan beliau untuk menjembatani arti yang penuh dengan makna yaitu panggilan hayya ‘alas shalah (ayo shalat) menuju hayya ‘alal falah (ayo sukses dan bahagia). Kebanyakan orang-orang berfikiran bahwa hayya ‘alal falaah hanya berarti mari menuju kemenangan, sebenarnya lebih dari itu  PTSB ini ingin konsrtibusi bagi umat islam untuk memberikan bimbingan dan pelatihan/pendalaman serta  praktek sholat agar para peserta bisa lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri, optimis. Di sinilah kita mnegetahui  bahwa pada dasarnya tujuan utama sholat adalah kokohnya mindset T2Q (Tawakkal, tumakininah, dan qona’ah).
            Buku ini lengkap mengajarkan kita bagaimana tata cara kita melakukan pendalaman ini,. Pertama, dimulai dari Takbiratul Ikhram menggunakan metode SUBHAN yang merupakan singkatan dari (Syukur, Bimbingan, Ketahanan iman). Pada tahap ini kita diharap selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita, dan kita juga harus senantiasa meminta bimbingan dan petunjuk kepada Allah agar kita, keluarga, dan teman-teman kita selalu dituntun menuju kejalan yang benar dan yang terakhir kita harus selalu menguatkan iman kita dari seluruh godaan syaitan dan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka-mu.
       Kedua, Rukuk dengan menngunakan metode TURUT  yang merupakan singkatan dari (Tunduk, dan Menurut). Pada tahap ini kita diminta agar selalu tunduk dan menurut dan kita mengaku berserah diri kepada Allah atas segala kondisi serta menurut  yang berarti sebagai mau dengan sekuat tenaga memenuhi perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah agar Allah memberi ampunan atas segala dosa yang kita perbuat di sebelum dan kemudian hari.
      Ketiga, I’tidal atau berdiri dari rukuk dengan menggunakan metode HADIR yang merupakan singkatan dari (Hak, dan Takdir).  Hak pujian hanya untuk Allah dan kita harus ikhlas dan atas semua ketetapan takdir Allah agar lebih jelas kita dapa membaca Hak Pujian yaitu “Hanya Engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlaintas mengharap pujian manusia”. Takdir Allah yaitu “Semua hal terjadi atas takdir-Mu. Aku Ridlo dan ikhlas menerimanya”.
         Keempat, Sujud dengan menggunakan metode MASJID yang merupakan singkatan dari (Maaf, Sinar, Jiwa dan Raga). Ini adalah metode yang menurut saya mudah untuk dilakukan akan tetapi sangat mendalam maknanya yaitu, kita harus memohon maaf atas segala yang pernah kita lakukan kepada keluarga, teman, maupun yang lain. Dan kita harus yakin bahwa Allah akan terus mnyinari hati dan seluruh jiwa dan raga kita.
     Kelima, Duduk diantara kedua Sujud dengan metode AKSI yang merupakan singkatan dari (Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman). Pada metode kali ini kita diminta agar selalu memohon kepada Allah agar diberi keempatnya, yaitu ampunan, kasih Allah, kesejahteraan, Iman kepada Allah.
     Keenam, Tasyahud dengan menggunakan metode SOSIAL yang merupakan suingkatan dari (Sholawat, Persaksian, Tawakal). Pada metode kali ini kita harus selalu memanjatkan Sholawat kepada nabi dan kita juga harus berdaksi “Bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.” Kita juga harus berTawakal dan memohon dan meminta kepada Allah agar kita diwafatkan dalam keadan Khusnul Khotimah.
            Setelah Prof Ali menerangkan langkah-langkah Terapi Sholat Bahagia hingga selesai kami diberikan waktu istirahat sekitar 15 menit. Dn kami diberikan makanan berupa gorengan untuk menghilangkan lapar kami dan kami juga diberikan air mineral gelas. Setelah beristirahat selama 15 menit kami melanjutkan Terapi Sholat Bahagia akan tetapi kali ini dipraktikkan langsung oleh seluruh peserta PTSB. Pada praktik ini sekaligus menjadi praktik yang pertama bagi kita semua, jadi tambahan waktu gerakan sholat yang kita gunakan untuk merenungi dan menghayati semua perbuatan kita, membuat badan terasa pegal dan linu karena badan belum terbiasa mempraktikan sholat gerakan dalam jangka waktu selama itu.
            Semua berjalan lancar dan pada akhirnya kita selesai mempraktikkannya hanya saja semua terasa berat karena masih belum terbiasa, dan saya niat akan langsung mempraktikkannya dirumah. Setelah semua praktik selesai, saatnya ditutup dengan do’a penutupan dengan do’a ini dipimpin langsung oleh Prof Ali yang membuat hati terasa sangat bergetar dan rasa sedih yang tidak bisa ditahan lagi karena teringat akan banyaknya dosa-dosa yang kita perbuat lalu dan belum lagi dosa yang  kita lakukan selanjutnya, Wallahua’lam. Sesi do’a kemudian ditutup dengan sesi berfoto bersama kali ini kelas saya mendapat giliran pertama sesi foto, dan sangat teringat momen ketika dikelas hati berdebar saat Prof Ali masuk kedalam kelas, dan sangat teringat pula ujian yang dipimpin oleh Bu Ati’ perminggu belum lagi hafalan-hafalan ayat-ayat pendek, jadi sangat teringat momen-momen tersebut dan seakan waktu ini terus berjalan dengan cepat dan meninggalkan sejuta kenangan.
             Setelah kita mengakhiri acara PTSB, kita diberi makan siang untuk mengisi kelaparan yang dari pagi tadi saya tahan. Makanan itu menjadi penutup acara di PTSB kali ini dan setelah kami semua menghabiskan makanan itu kami semua pulang dengan keaadan membawa ilmu baru yang sangat bermanfaat dan perut knyeang hati pun senang.
            Kesimpulan saya untuk PTSB kali ini sangat bermanfaat dan andai saja PTSB ini diberikan untuk semua mahasiswa UIN Sunan Ampel pasti semua akan berpendapat bahwa acara PTSB sangat bermanfaat dan membantu. Mungkin cukup sekian untuk pengalaman saya mengikuti kegiatan PTSB kali ini dan berharap blog yang saya share disini bermanfaat untuk kita semua. Sekian Terima Kasih Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.....