ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAH
WABARAKATUH
NAMA : Hafizh Hadi Kusuma
NIM : B95219100
PRODI : Ilmu Komunikasi
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Pendalaman
Terapi Sholat Bahagia (PTSB)
Kita sebagai umat Islam pasti sudah
mengetahui rukun Islam. Sholat merupakan rukun Islam yang kedua dan sholat
merupakan sebuah kewajiban bagi seluruh umat Islam. Maka dari itu kita sebagai umat Islam wajib
melaksanakannya dan pada kesempatan kali ini kita mendapat kesempatan untuk
mengikuti acara Pendalaman Terapi Sholat Bahagia (PTSB).
PTSB atau Pendalaman Terapi Sholat
Bahagia merupakan acara kuliah wada’ atau kuliah terakhir sebagai penutup mata
kuliah Studi Al-Qur’an. PTSB ini dibimbing langsung oleh dosen kita yaitu Prof.
Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag beliau adalah dosen sekaligus trainer Pendalaman Terapi
Shalat Bahagia (PTSB), dan pada kesempatan kali ini, kuliah wada’ di isi dengan
PTSB tersebut yang bertempat di kantor Qun Yaquta Jl. Siwalankerto Tengah 66
Surabaya.
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
merupakan trainer kita kali ini, beliau dilahirkan di Lamongan, 09-06-1957; beristri, 7 anak, 3 cucu; alumni
Ponpes Ihyaul Ulum Gresik (1975); Guru Besar/Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya (sejak 2004); Dosen
Teladan Nasional (2004 dan 2007); Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi
(2000-2004); Pengurus Pembaca dan Penghafal Al Qur’an Jatim (1994); Ketua
Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI 2009-2013); Unsur Ketua Majlis Ulama
Indonesia Jawa Timur; Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Jatim
(2011-sekarang); Konsultan Pendidikan Yayasan Khadijah (2011-sekarang); Hakim
MTQ Tafsir Bahasa Inggris; Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawah Al Qur’an;
Asesor Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi; Saksi Ahli Mahkamah
Konstitusi tentang UU Penodaan Agama; Penasehat Forum Kerukunan Hidup
Antar Umat Beragama; Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al Khoziny Sidoarjo
(1990-2009); Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Kyai Ibrahim Surabaya;
Penasehat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (2002); Pengisi
Mimbar Islam di TVRI Jatim; Kajian Terapi Shalat Bahagia di RRI Jakarta pro.1
dan 4 (91.2 FM dan 92.8 FM) dan Radio El Victor Surabaya
93.3 FM. Imam shalat taraweh/penceramah Islam di Hongkong,
Macau, Senzhen, Taiwan (2000-sekarang), Malaysia (2004), Jepang (2006 dan
2013), Iran (2008, 2009,2010), Mauritius-Afrika (2000), Inggris (2005), Belanda
(2007), Bangladesh (2013, 2014, 2015) dan Nepal (2015). Buku-buku yang
ditulis: 60 Menit Terapi Shalat Bahagia (UIN Sunan Ampel
Press 2012) sekaligus sebagai founder dan trainer Pelatihan Terapi Shalat
Bahagia (PTSB), Doa-doa Keluarga Bahagia (Surabaya, Kun
Yaquta Foundation 2014), Bersiul di Tengah Badai (UIN
Sunan Ampel Press 2015), Teknik Khutbah
Jum’at Komunikatif (UIN Sunan Ampel Press 2014), Mengenal Tuntas Al-Qur’an (MTQ) (Imtiyaz
Surabaya 2011), Ilmu Dakwah (Prenada
Jakarta 2008), Dinamika Kepemimpinan Tokoh Agama di Indonesia (Harakat
Media Jogjakarta 2008), Hijrah (Harakat Media Jogjakarta
2008), Solusi Ibadah di Hongkong (Duta Masyarakat Surabaya
2008), Solusi Ibadah di Taiwan (PCNU Taipei 2010), (2014); Dalam
proses cetak buku Terapi Shalat Sukses Studi. Pengisi kajian
tafsir Al Qur’an di Majalah Nurul Hayat dan Majalah Sabilillah,
konsultasi keluarga bahagia di Majalah Nurul Falah; rubrik agama
di Harian Duta Masyarakat (2010), Rubrik Dialog mualaf di
Tabloid Nurani (1995).
Saya jujur masih belum bisa terbiasa
sholat dengan rasa sangat bahagia maka dari itu saya sangat antusias mengikuti
acara PTSB ini. Saya berangkat dari rumah pukul 05.30 WIB dan datang di lokasi
PTSB pada pukul 06.17 tepat 13 menit sebelum acara dimulai. Setibanya saya
dilokasi saya langsung diberi buku menghadiri acara PTSB ini dengan rasa cukup
senang sekaligus penasaran, karena saya sendiri 60 menit Terapi Sholat Bahagia karya
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz M. Ag
yang merupakan tuntunan langkah untuk acara PTSB kali ini kemudian saya diarahkan
ke lantai dua aula untuk segera mempersiapkan diri sebelum acara dimulai.
Sebelum
acara dimulai kami peserta PTSB diharap menulis 10 orang yang paling berjasa dalam hidup
anda, 5 orang yang paling menjengkelkan / menyakitkan hati anda, 10 dosa yang
pernah anda lakukan, 30 nikmat tersebar yang anda rasakan (sejak kecil hingga
sekarang), dan 10 masalah yang paling mengganggu / menyedihkan dalam perjalanan
hidup anda. (ada yang bersifat rahasia ada yang tidak). Dengan menggunakan
tulisan itu akan kami jadikan do’a dan renungan yang kita bisa jadikan sebagai
pembelajaran diri jika kita masih belum bersyukur dan kurang yakin atas nikmat
yang Allah berikan kepada kita. Setelah itu, kita diberi langkah-langkah
bagaimana cara merenungkan tulisan-tulisan kita ke dalam Sholat kita dan
semuanya sudah tertera pada buku 60 menit Terapi Sholat Bahagia. PTSB
ini merupakan implementasi dari buku 60 menit Terapi Sholat Bahagia dalam buku
ini tata cara merenungkan dan menghayati doa’a kita yaitu dengan kata kunci
SUBHAN, TURUT, HADIR, MASJID, AKSI, SOSIAL. Hal ini sesuai dengan keinginan
beliau untuk menjembatani arti yang penuh dengan makna yaitu panggilan hayya ‘alas shalah (ayo shalat)
menuju hayya ‘alal falah (ayo sukses
dan bahagia). Kebanyakan orang-orang berfikiran bahwa hayya ‘alal falaah hanya
berarti mari menuju kemenangan, sebenarnya lebih dari itu PTSB ini
ingin konsrtibusi bagi umat islam untuk memberikan bimbingan dan
pelatihan/pendalaman serta praktek sholat agar para peserta bisa
lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri,
optimis. Di sinilah kita mnegetahui bahwa pada dasarnya tujuan
utama sholat adalah kokohnya mindset T2Q (Tawakkal, tumakininah, dan qona’ah).
Buku ini lengkap mengajarkan kita
bagaimana tata cara kita melakukan pendalaman ini,. Pertama, dimulai dari Takbiratul Ikhram menggunakan metode SUBHAN
yang merupakan singkatan dari (Syukur, Bimbingan, Ketahanan iman). Pada tahap
ini kita diharap selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita,
dan kita juga harus senantiasa meminta bimbingan dan petunjuk kepada Allah agar
kita, keluarga, dan teman-teman kita selalu dituntun menuju kejalan yang benar
dan yang terakhir kita harus selalu menguatkan iman kita dari seluruh godaan
syaitan dan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka-mu.
Kedua,
Rukuk dengan menngunakan metode TURUT
yang merupakan singkatan dari (Tunduk, dan Menurut). Pada tahap ini kita
diminta agar selalu tunduk dan menurut dan
kita mengaku berserah diri kepada Allah atas segala kondisi serta menurut yang berarti
sebagai mau dengan sekuat tenaga memenuhi perintah Allah dan menjauhi segala
larangan Allah agar Allah memberi ampunan atas segala dosa yang kita perbuat di
sebelum dan kemudian hari.
Ketiga,
I’tidal atau berdiri dari rukuk dengan menggunakan metode HADIR yang merupakan
singkatan dari (Hak, dan Takdir). Hak pujian hanya untuk Allah dan
kita harus ikhlas dan atas semua ketetapan takdir Allah agar lebih jelas kita
dapa membaca Hak Pujian yaitu “Hanya Engkau yang berhak dipuji. Ampunilah aku
karena terlaintas mengharap pujian manusia”. Takdir Allah yaitu “Semua hal
terjadi atas takdir-Mu. Aku Ridlo dan ikhlas menerimanya”.
Keempat, Sujud dengan menggunakan
metode MASJID yang merupakan singkatan dari (Maaf, Sinar, Jiwa dan Raga). Ini adalah metode yang
menurut saya mudah untuk dilakukan akan tetapi sangat mendalam maknanya yaitu,
kita harus memohon maaf atas segala yang pernah kita lakukan kepada keluarga,
teman, maupun yang lain. Dan kita harus yakin bahwa Allah akan terus mnyinari
hati dan seluruh jiwa dan raga kita.
Kelima, Duduk diantara kedua Sujud
dengan metode AKSI yang merupakan singkatan dari (Ampunan, Kasih, Sejahtera,
Iman). Pada metode kali ini kita diminta agar selalu memohon kepada
Allah agar diberi keempatnya, yaitu ampunan, kasih Allah, kesejahteraan, Iman
kepada Allah.
Keenam, Tasyahud dengan menggunakan
metode SOSIAL yang merupakan suingkatan dari (Sholawat, Persaksian, Tawakal). Pada
metode kali ini kita harus selalu memanjatkan Sholawat kepada nabi dan kita
juga harus berdaksi “Bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan
Allah.” Kita juga harus berTawakal dan memohon dan meminta kepada Allah agar
kita diwafatkan dalam keadan Khusnul Khotimah.
Setelah
Prof Ali menerangkan langkah-langkah Terapi Sholat Bahagia hingga selesai kami
diberikan waktu istirahat sekitar 15 menit. Dn kami diberikan makanan berupa
gorengan untuk menghilangkan lapar kami dan kami juga diberikan air mineral
gelas. Setelah beristirahat selama 15 menit kami melanjutkan Terapi Sholat
Bahagia akan tetapi kali ini dipraktikkan langsung oleh seluruh peserta PTSB.
Pada praktik ini sekaligus menjadi praktik yang pertama bagi kita semua, jadi
tambahan waktu gerakan sholat yang kita gunakan untuk merenungi dan menghayati
semua perbuatan kita, membuat badan terasa pegal dan linu karena badan belum
terbiasa mempraktikan sholat gerakan dalam jangka waktu selama itu.
Semua
berjalan lancar dan pada akhirnya kita selesai mempraktikkannya hanya saja
semua terasa berat karena masih belum terbiasa, dan saya niat akan langsung
mempraktikkannya dirumah. Setelah semua praktik selesai, saatnya ditutup dengan
do’a penutupan dengan do’a ini dipimpin langsung oleh Prof Ali yang membuat
hati terasa sangat bergetar dan rasa sedih yang tidak bisa ditahan lagi karena
teringat akan banyaknya dosa-dosa yang kita perbuat lalu dan belum lagi dosa
yang kita lakukan selanjutnya, Wallahua’lam.
Sesi do’a kemudian ditutup dengan sesi berfoto bersama kali ini kelas saya
mendapat giliran pertama sesi foto, dan sangat teringat momen ketika dikelas
hati berdebar saat Prof Ali masuk kedalam kelas, dan sangat teringat pula ujian
yang dipimpin oleh Bu Ati’ perminggu belum lagi hafalan-hafalan ayat-ayat
pendek, jadi sangat teringat momen-momen tersebut dan seakan waktu ini terus
berjalan dengan cepat dan meninggalkan sejuta kenangan.
Setelah kita mengakhiri acara PTSB, kita
diberi makan siang untuk mengisi kelaparan yang dari pagi tadi saya tahan.
Makanan itu menjadi penutup acara di PTSB kali ini dan setelah kami semua
menghabiskan makanan itu kami semua pulang dengan keaadan membawa ilmu baru
yang sangat bermanfaat dan perut knyeang hati pun senang.
Kesimpulan
saya untuk PTSB kali ini sangat bermanfaat dan andai saja PTSB ini diberikan
untuk semua mahasiswa UIN Sunan Ampel pasti semua akan berpendapat bahwa acara
PTSB sangat bermanfaat dan membantu. Mungkin cukup sekian untuk pengalaman saya
mengikuti kegiatan PTSB kali ini dan berharap blog yang saya share disini
bermanfaat untuk kita semua. Sekian Terima Kasih Wassalamualaikum Warahmatullah
Wabarakatuh.....

No comments:
Post a Comment